Foto warga batu Untuk Menyelamatka Sumber Mata Air Gemulo

Foto warga batu Untuk Menyelamatka Sumber Mata Air Gemulo
Foto warga batu Untuk Menyelamatka Sumber Mata Air Gemulo

Penasihat hukum hotel The Rayja, Ismail Modal, mengaku siap menghadapi laporan pidana ke Polda Jatim yang dilakukan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Menurutnya, pihak The Rayja tidak pernah melakukan perusakan dan pencemaran lingkungan dalam proses pembangunan hotel.

“Silahkan, kami siap menghadapi gugatan hukum itu. Mereka melaporkan atas dasar apa? Harus ada buktinya, karena selama ini kami tidak pernah melakukan perusakan dan pencemaran lingkungan,” katanya, Rabu (21/8/2013).

Menurutnya, selama ini, pihak The Rayja malah banyak dirugikan oleh aksi warga. Proses pembangunan hotel terhambat karena sering adanya demo dari warga. Bahkan, ia telah melaporkan aksi perusakan hotel The Rayja yang dilakukan warga ke polisi.

“Kami punya bukti foto dan video aksi perusakan yang dilakukan warga terhadap hotel The Rayja. Sekarang, kasusnya masih dalam penyelidikan polisi,” ujarnya.

Selain itu, dikatakannya, pihak The Rayja juga melakukan gugatan perdata terhadap Haji Rudi di Pengadilan Negeri (PN) Malang. Ia menganggap Haji Rudi telah menghambat proses pembangunan hotel The Rayja. Molornya proses pembangunan tersebut telah merugikan pihak hotel The Rayja.

“Sebenarnya, kami mengapresiasi aspirasi dari warga. Namun, seharusnya, aspirasi tersebut disampaikan dengan cara santun, jangan anarkis. Selama ini, aksi yang dilakukan warga anarkis,” katanya.

(C) http://surabaya.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *