Thu. May 19th, 2022

Melihat Persepsi Publik Warga Kota Surabaya Terhadap Pembangunan PLTSa

Surabaya memiliki megaproject Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau dikenal dengan PLTSa yang merupakan bagian dari Waste to Energy. Tapak rencana PLTSA akan ditempatkan di TPA Benowo sebuah tempat pembuangan yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya guna menampung total sampah harian warga kota Surabaya. Secara teknis sistem pembangkit listrik ini terintegrasi dalam sistem pengelolaan sampah dan dapat diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah terkait solusi permasalahan persampahan PLTSa ini akan menggunakan metode Landfill Gas Collection System dan metode gasifikasi dengan memakai insenerator.

Survei ini dilakukan dengan metode kuesioner berupa pertanyaan beserta jawaban yang relevan pada 101 responden. Selama pengumpulan data, survei yang bisa dikatakan sebagai pembuka ini dalam mendapatkan subjek memakai mekanisme snowballing sampling, di mana peneliti menyebar secara acak pada populasi yang dituju dan nantinya populasi akan menyebarkan ke kelompoknya. Lalu, melakukan wawancara dengan chat messenger pada 40 responden yang dipilih secara acak.

Hasil dari analisis dari data yang didapatkan paling tidak menggambarkan bagaimana warga kota Surabaya memandang pentingnya informasi serta keterbukaan mengenai pembangunan PLTSa, baik bicara soal dampak dan teknologi apa yang akan dipakai. Serta jika terjadi pencemaran bagaimana regulasi mengaturnya, terutama untuk langkah preventif dan mitigatif. Perlu dilihat bahwa mayoritas responden belum mengetahui uji klinis terkait dampak serta racun apa saja yang akan terpapar jika PLTSa dibangun. Dan, separuh dari responden menerima keberadan PLTSa tetapi dengan catatan yang begitu ketat, yakni harus ada regulasi yang kuat, partisipasi masyarakat,
dan adanya jaminan kepada masyarakat.

Unduh hasil assessment di link ini Persepsi Publik PLTSa Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *