Sun. Jun 26th, 2022

Hanya Satu Bumi: Memuliakan Sungai adalah Merawat Bumi SAVE KALI KONTO

Dokumentasi KIH Reg 12 Malang

Sebagai tanggung jawab menjadi bagian dari warga planet Bumi dan sebagai anggota WALHI Jatim, Seluruh anggota Klub Indonesia Hijau (KIH) Regional 012 Malang Wajib melakukan gerakan advokasi penyelamatan lingkungan. Menyambut 5 Juni 2022 sebagai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KIH 012 Malang menjahit kembali spirit lingkungan anggotanya (yang mungkin lemah, kendor, atau koyak) dengan melakukan eduecoadvokasi sebagai basis kegiatannya, pendidikan lingkungan, dengan menyusuri Sungai Konto.

PBB pada peringatan HLHS 2022 kali ini telah mengambil tema “Hanya Satu Bumi” atau “Only One Earth” dengan slogan: in the universe are billions of galaxies, In our galaxy are billions of planets, But there is #OnlyOneEarth. Let’s take care of it (Di semesta, ada miliaran galaksi, di galaksi, ada miliaran planet, tetapi #HanyaSatuBumi. Mari jaga bumi ini).

Saat ini Bumi yang kita tempati tidak sedang baik-baik saja, ada 3 persolan krisis yang dialami warga planet Bumi:
1. Iklim yang memanas terlalu cepat yang merepotkan manusia dan alam untuk beradaptasi;
2. Hilangnya habitat dan tekanan lainnya, yang menjadikan ada sekitar 1 juta spesies terancam punah;
3. Polusi terus meracuni udara, tanah, dan air dari Bumi dan warganya.
Jalan keluar dari dilema ini adalah mengubah ekonomi dan masyarakat kita menjadi inklusif, adil, dan lebih terhubung dengan alam. Kita harus beralih dari merusak planet ini menjadi menyembuhkannya.

Eduecoadvokasi yang dilakukan diharapkan hasilnya menjadi influence, bentuknya berupa melakukan identifikasi keragamanhayati, mengambil sampel-sampel air atas mikroplastik, observasi atas pencemaran dan perusakan ekosistem Kali Konto dari erosi dan sampah (khususnya sampah plastik)

Pelengkap eduecoadvokasi kegiatan ini adalah menstimulus ecospirit KIH 12 Malang menabung air dan penyelamatan eksositem sungai, yang dilakukan dengan menanam pohon dengan spirit “Menanam adalah Melawan” (melawan pencemaran dan perusakan lingkungan karena Bumi kita sedang tidak baik-baik saja).

Dipilihnya Konto sebagai media eduecoadvokasi guna mengingatkan bahwa Wilayah catchmen area Brantas di sisi Barat telah terdapat kecenderungan mengalami degradasi lingkungaan, sisi Barat Brantas, Pujon dan sekitarnya yang dipeluk Gunung Biru, Gunung Argowayang, Gunung Gentong Growah, Gunung Dworowati, Gunung Kukusan, Gunung Parangklakah, Gunung Kawi, Gunung Buthak, Gunung Kelud, Gunung Cemoro Kandang dan Gunung Anjasmoro, di hulu mengalami banyak eksploitasi baik atas nama bisnis yang “menghijau” macam ekowisata alam atau pun kecenderungan “lapar tanah” pertanian, yang mengalih fungsi kawasan-kawasan lindung  (catchment area), sementara di hilir sungai telah menjadi “juglangan” segala macam sampah.

Kali Konto adalah hamparan indikator alami apakah kawasan Brantas sisi Barat sedang baik-baik saja atau tidak, kawasan di sepanjang aliran Konto sejatinya sarat nilai-nilai budaya leluhur terhadap penghormatan sungai (lingkungan), karena dikawasan ini sungai dimuliakan sebagai pusat peradaban.  Nilai-nilai Konto (Kanta) dihubungkan erat dengan “Nilakanta”, yang artinya adalah tenggorokan biru, yang hal itu adalah salah satu julukan Dewa Siwa. “Dewa yang bertenggorokan biru yang telah menyelamatkan dunia karena telah menelan racun Kalakuta.”

Siwa berada di gunung suci, Gunung Kawi. Saat ini disimbolkan Gunung Kawi itu satu-satunya yang berani menghadang racun kalakuta dan tetasan itu ditelan oleh Siwa hingga tenggorokannya biru. Erosi nilai-nilai yang telah memuliakan sungai (lingkungan), yang sekarang dilupakan tentu akan berdampak pada erosi ekologi itu sendiri. Untuk itulah, meski upaya kecil, KIH Reg. 012 telah Berbuat, karena sebutir pasir turut membantu tegaknya sebuah bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *